Minggu, 19 Januari, 2020
Informasi Damai
Archives by: Hamka Husein Hasibuan

Hamka Husein Hasibuan

Hamka Husein Hasibuan Posts

Pendidikan Moderasi, dan Literatur Pro-Keberagaman

Pendidikan Moderasi, dan Literatur Pro-Keberagaman
Suara Kita
Pendidikan sejatinya membuat manusia lebih menghargai perbedaaan dan memahami keragaman. Sekolah mengarjakan keterbukaan, moderasi, dan kedamaian, bukan ketertutupan, ekstrim, dan kekerasan. Akan tetapi fakta di lapangan, sekolah justru tidak streril dari wabah intoleransi dan virus radikalisme. Sejumlah penelitian menunjukkan pada satu setu kesimpulan –yang hampir disepakati—bahwa intoleransi dalam dunia pendidikan semakian meningkat. Mulai dari menolak pemimpin beda agama, tidak mau menghormat bendera, pewajiban jilbab, sampai yang terang-terangan mendukung khilafah. Masuknya ...
Read more 0

Khalifah, Bencana Ekologi, dan Etika Lingkungan

Khalifah, Bencana Ekologi, dan Etika Lingkungan
Suara Kita
Bencana alam dalam segala bentuknya seolah-olah sudah menjadi langganan negeri ini. Hampir tidak ada wilayah yang luput dari bencana. Belum hilang duka kerena gempa bumi di satu daerah, banjir menyusul di daerah lain. Belum selesai tangis akibat longsor, kebakaran hutan sudah melalap wilayah lain. “Mungkin alam sudah melai enggan bersahabat dengan kita”. Itulah lirik lagu Ebiet G. Ade. Alam sudah mulai menjauh, tidak mau berteman lagi, bahkan dalam dalam kondisi ...
Read more 0

Resolusi 2020: Menjadi Manusia Berkemajuan Bebas dari Intoleransi

Suara Kita
Manusia berkemajuan adalah manusia yang hari ini lebih baik dari kemarin dan berusaha agar hari besok lebih baik dari pada hari ini. Dalam konteks pergantian tahun, manusia yang mempunyai cita-cita –tentu berusaha sekuat tenaga mewujudkannya –agar tahun 2020 lebih baik dari tahun 2019 adalah termasuk model manusia berkemajuan. Mengapa tahun 2020 perlu mendapat perhatian serius? Karena tahun 2019 adalah tahun politik, di mana perhelatan demokrasi lima tahunan digelar. Tak berlebihan ...
Read more 1

Bela Negara Sama dengan Bela Agama

Bela Negara Sama dengan Bela Agama
Suara Kita
Fenomena akhir-akhir ini –terutama di media sosial –adalah adanya gejala yang membenturkan antara negara dengan agama. Tak jarang ada semacam keyakinan, bahwa NKRI ini belum sesuai dengan sumber Islam, yakni Al-Quran. Akibatnya, karena tidak dianggap sesuai, maka upaya untuk membela, menjaga, merawat, dan memajukannya dianggap bukan sebagai sebuah kewajiban. Pada saat yang sama, karena agama adalah sesuatu yang sakral, tak boleh dihina, maka upaya untuk bela agama adalah suatu kewajiban. ...
Read more 1

Inklusifitas Negara Kepulauan

Inklusifitas Negara Kepulauan
Suara Kita
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keanekaragaman dalam segala aspek: budaya, suku, bahasa, agama, bahkan flora dan fauna. Kebinekaan adalah karakter bangsa ini. Meskipun plural, tetapi Indonesia tetap kokoh sebagai negara dengan semboyan bhineka tunggal ika. Lantas apa yang menyebabkan bangsa ini bisa bersatu? Tentu jawabannya adalah karakter bawaan dari geografis negeri ini sendiri, yakni kepulauan. Kepulauan adalah entitas yang terbuka, inklusif, akomodatif, dan egaliter. Kepulauan mengedepankan kolaborasi ketimbang kompetisi sebagaimana ...
Read more 2

Filterisasi Ormas Anti-Pancasila

Filterisasi Ormas Anti-Pancasila
Suara Kita
Pasca reformasi, kotak pandora itu pun terbuka. Semua lapisan masyarakat dengan bebas bisa mengekspresikan pendapatnya. Kebebasan berkumpul dan berserikat pun terbuka lebar. Jika masa sebelumnya banyak pembatasan, di era reformasi pembatasan itu sangat minimalis. Kebebasan ini ternyata –dalam tataran tertentu –dijadikan oleh beberapa oknum untuk kembali memperjuangkan cita-cita mereka, yang dulu sempat terhalang. Cita-cita itu adalah ingin memperjuangkan negara Islam, kembalinya tujah kata kepada Pancasila, dan Piagam Jakarta sebagai konstitusi ...
Read more 1

Radikalisme dan Perombakan Buku Agama

Radikalisme dan Perombakan Buku Agama
Suara Kita
Wacana perombakan buku agama yang dilontarkan oleh Menteri Agama, Fahcrul Rozi patut didukung. Adalah suatu fakta, bahwa banyak buku agama yang dikonsumsi oleh para calon generasi bangsa berisi materi kekerasan, ketertutupan, dan tidak ramah terhadap keragaman dan perbedaan. Menurut berita yang beredar, setidaknya ada  155 judul buku yang akan dirombak, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Perombakan ini dilakukan, sebab konten buku-buku itu berisi tentang ...
Read more 1

Ruang Publik, Toleransi, dan Upaya Saling Memahami

Ruang Publik, Toleransi, dan Upaya Saling Memahami
Suara Kita
Hubungan yang damai, toleran, dan penuh kedekatan merupakan idaman setiap insan. Akan tetapi, di tengah gemerlap kemajuan teknologi, di tambah lagi adanya penetrasi media sosial, setiap insan dalam konteks tertentu lupa akan cita ideal itu. Membangun toleransi, kesalingpahaman, dan bentuk ke-saling-an yang lain adalah model dalam hubungan berbangsa dan bernegara. Egoisme dan individualisme yang merebak menjadi salah satu pemicu maraknya tindakan yang jauh dari kata kesalingpahaman. Orang hanya memikirkan diri ...
Read more 2

Umat, Konsep Kesetaraan, dan Platform Bersama

Umat, Konsep Kesetaraan, dan Platform Bersama
Suara Kita
Kaum Islamisme sering mereduksi –bahkan tak jarang membajak –konsep ummat yang egaliter dan inklusif itu. Ummat adalah konsep yang membasiskan penilaian terhadap manusia berdasarkan kualitas kesadarannya akan Tuhan (taqwa), bukan berdasarkan ras, keturunan, jenis kalamin, kekayaan, atau warna kulit. Akan tetapi, keegaliteran dan keinklusifan konsep ummat itu dimanipulasi oleh Islam politik demi kepentingan politik pragmatis mereka. Bagi mereka, disebut ummat adalah hanya golongan mereka saja, di luar itu bukan ummat. ...
Read more 1

Menjadi Pemuda Otentik Penangkal Radikalisme

Menjadi Pemuda Otentik Penangkal Radikalisme
Suara Kita
Pemuda otentik adalah pemuda yang mau menjadi dirinya sendiri. Asli, tidak dilumuri kemunafikan, dan tidak mau diintervensi apalagi disetir oleh pihak lain. Tujuan hidup manusia seperti ini adalah kebahagiaan. Hati nuraninya adalah patokan dalam bersikap, bertindak dan berperilaku. Persis inilah yang dilakukan oleh para pemuda pada Kongres Pemuda 1928. Dengan ikrar satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air, dengan gelora yang tak bisa dibendung, para pemuda ini ingin menjadi ...
Read more 2
Translate »