Kamis, 16 Juli, 2020
Informasi Damai
Archives by: Heru harjo hutomo

Heru harjo hutomo

Heru harjo hutomo Posts

Jurnalisme Lintas-Budaya

Jurnalisme Lintas-Budaya
Suara Kita
Pada tahun 2017 saya sempat berpikir, dengan melihat konteks sosial-politik yang kala itu sarat dengan pendekatan politik identitas dan sektarianisme yang nyaris mengoyak anyaman kebhinekaan, bagaimana mempopulerkan, atau katakanlah, membuat gampang teraksesnya kajian lintas-agama dan budaya yang pernah saya peroleh di Center for Religious and Cross-Cultural Studies UGM ke publik yang luas. Berangkat dari tujuan praktis itu habitus akademik jelas bukanlah jawabannya. Aktif menulis di jurnal-jurnal ilmiah, mengikuti seminar di ...
Read more 1

Waham Kebesaran Masa Silam

Waham Kebesaran Masa Silam
Suara Kita
Masa silam selalu saja hadir sebagai sebuah kebahagiaan. Sepahit apapun itu, ia selalu saja dikonstruksikan berasa manis—tengoklah sepenggal ungkapan tolol yang menghibur diri: “Segala sesuatunya akan indah pada waktunya.” Saya kira persoalannya sederhana saja, masa silam hanya hadir sebagai sebentuk kenangan belaka. Dan dalam proses mengenang itu tentu saja orang akan kehilangan detail. Ada banyak kisah seputar glorifikasi masa silam dalam kehidupan sehari-hari, seorang yang sejatinya melulu hidup dalam kepalsuan ...
Read more 1

Kelam Zaman Masyarakat Tontonan

Kelam Zaman Masyarakat Tontonan
Suara Kita
Beberapa hari ini publik Indonesia banyak disuguhi beberapa eksistensi “kerajaan-kerajaan baru” lengkap dengan segala mitos, karakter ambisius dan ekspansif beserta prosesi-prosesinya. Dengan melihat semua itu, akal sehat seolah-olah sampai pada krisisnya. Tapi krisis ini, saya kira, memang menjadi salah satu karakteristik dari apa yang oleh Guy Debord sebut sebagai “society of the spectacle” (masyarakat tontonan). Saya melihat terdapat hubungan kasualistik antara masyarakat tontonan Debord dengan desa globalnya McLuhan. Keberadaan keduanya ...
Read more 1

Bergesernya Paradigma Kosmologis Jawa

Bergesernya Paradigma Kosmologis Jawa
Suara Kita
Adalah seorang keturunan Madura, Trunajaya, yang sempat menumbangkan kekuasaan kesultanan Mataram yang dalam sejarahnya pernah tercatat sebagai pemerintahan tiran dan despotik (bedhahing Plered). Ribuan ulama yang merupakan simpatisan Giri Kedaton dieksekusi oleh Amangkurat I yang dikisahkan memiliki kehidupan yang hedonistik—bahkan ia sempat pula berebut perempuan, Rara Oyi, dengan salah satu anaknya: Amangkurat II. Trunajaya, yang secara harfiah bermakna “kejayaan orang muda,” merupakan seorang ksatria-santri di masa sekarang. Dalam perlawanannya terhadap ...
Read more 1

Yang Berisik, Yang Berbisik: Seni Sebagai Pendidikan Toleransi Sejak Dini

Yang Berisik, Yang Berbisik: Seni Sebagai Pendidikan Toleransi Sejak Dini
Suara Kita
Dalam khazanah budaya Jawa, toleransi sering disepadankan dengan istlah “tepa slira” atau lebih tepatnya “tepa sarira.” Istilah ini sebenarnya lebih mengacu pada sebentuk sikap untuk tahu diri, tepa berarti kenal dan sarira berarti diri. Secara normatif hal ini berkaitan dengan kesadaran akan orang lain yang akan tumbuh ketika orang sadar akan diri sendiri. Tentang tepa sarira atau sikap etis mengenal diri sendiri yang berujung mengenal orang lainnya dan teranyamnya keberagaman ...
Read more 0

Khalifah fi al-Ardhi dan Diri-Diri yang Terkebiri

Khalifah fi al-Ardhi dan Diri-Diri yang Terkebiri
Suara Kita
Gustavo Gutierrez, Hasan Hanafi, Farid Esack, adalah beberapa nama pemikir dan aktifis yang pernah melambungkan apa yang dikenal sebagai “teologi pembebasan” (liberation theology). Memang sumbangsih Karl Marx sangat besar di sini, paling tidak ia menginspirasi sejumlah intelektual untuk memandang tauladan dan tradisi keagamaan yang dianutnya secara dinamis. Di hari ini tak usah jauh-jauh mengulik masalah ketakadilan ekonomi dan sosial untuk sekedar melihat upaya sistematis untuk mengebiri kedirian. Dalam pergaulan sehari-hari ...
Read more 2

Kantuk yang Tak Berujung Lelap: Liminalitas Dalam Kebudayaan Jawa Tradisional

Kantuk yang Tak Berujung Lelap: Liminalitas Dalam Kebudayaan Jawa Tradisional
Suara Kita
Tan samar pamoring suksma Sinuksmaya winahya ing asepi Sinimpen telenging kalbu Pambukaning warana Tarlen saking liyep layaping aluyup Pindha pesating sumpenan Sinimpen ing rasa jati —Serat Wedhatama Pada awal 2000-an, saya sempat berdiskusi dengan seorang yang dikenal sebagai pakar budaya Jawa, (alm.) Prof., Dr. Damardjati Supadjar. Kala itu saya baru pertama kali menginjakkan kaki di Jogja untuk memulai kuliah di fakultas filsafat UGM. Di salah satu rumahnya yang sederhana, di ...
Read more 0

UU Desa dan Radikalisme di Akar Rumput

UU Desa dan Radikalisme di Akar Rumput
Suara Kita
Tak banyak orang tahu bahwa desa di masa sekarang berbeda dengan desa di masa silam, meski ia pun bersumber dari masa yang lebih silam lagi. Pada masa keraton (Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta), kita mengenal yang namanya desa perdikan. Seperti di kota kelahiran saya, Ponorogo, terdapat 9 desa perdikan yang merupakan warisan Kasunanan Surakarta. Karena kontribusi mereka pada raja atau keraton, beberapa desa di masa silam dijadikan tanah perdikan. Mereka ...
Read more 0

Nusantara dan Batas Imajinasi Sebuah Bangsa

Nusantara dan Batas Imajinasi Sebuah Bangsa
Suara Kita
Nahdlatul Ulama, sebagaimana ormas keagamaan lainnya, pernah beberapa kali mengetengahkan apa yang disebut sebagai tipologi keislaman. Tipologi merupakan sesuatu yang penting diketengahkan agar kita tak dihisap dan terhisap oleh abstraksi yang kering sehingga kehilangan karakter dan kekongkretan. Tipologi adalah hal yang biasa dalam kancah ilmu-ilmu humaniora. Dalam ilmu sosiologi dan antropologi hal itu akrab disebut sebagai varian. Barangkali, orang bertanya kenapa mesti harus ada tipologi. Logika ilmu (sains) adalah logika ...
Read more 0

Reuni dan Kasih Tak Sampai

Reuni dan Kasih Tak Sampai
Suara Kita
Pada 02 Desember 2019, FPI dan massa aliansinya—alumni 212, GNPF MUI—berencana menggelar reuni 212. Dalam beberapa momen politik praktis di Indonesia, ormas yang potensial dibubarkan pemerintah itu menjadi motor dari gerakan populisme kanan. Sejak awal gerakan ini memang kerap mengemas segala kepentingannya dengan baju ataupun citra keagamaan tertentu. Pendekatan politik identitas mereka memang, dalam taraf tertentu, sempat membuat kegaduhan sosial karena sarat dengan penggunaan sentimen-sentimen keagamaan dan citra kekerasan. Reuni ...
Read more 2
Translate »