Senin, 9 Desember, 2019
Informasi Damai
Archives by: Imam Muhlis

Imam Muhlis

Imam Muhlis Posts

Tak Ada Ruang Intoleransi dalam NKRI

Tak Ada Ruang Intoleransi dalam NKRI
Suara Kita
Bangsa ini sedang bergelut menghadapi ujian dan musibah berupa tumbuh suburnya intoleransi dan kebencian di ruang publik. Pelbagai survei memperlihatkan adanya peningkatan intoleransi dari tahun ke tahun di Republik tercinta ini. Perdebatan dan prasangka antar netizen (warganet) di media sosial (media social) yang tak jelas ujung pangkalnya antara hoaks atau bukan, hingga interaksi sosial dalam kehidupan nyata yang muncul justru hanya narasi kebencian dan intoleransi sesama anak bangsa. Sikap intoleran ...
Read more 2

Ketika Radikalisme Menjangkiti Kaum Intelektual Muda

Suara Kita
Radikalisme kini ditengarai tumbuh-berkembang di dunia kampus. Hasil penelitian Anas Zaidi (2016) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang “Mahasiswa Islam dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia”, menemukan fenomena yang sangat mencekam, bahwa paham radikalisme kini telah menguasai dan mempengaruhi cara berpikir para pelajar dan mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan. Anas Zaidi melansir bahwa sebanyak 85% mahasiswa dari lima perguruan tinggi ternama di pulau Jawa menolak ideologi Pancasila dan menginginkan ...
Read more 0

Selamat Jalan NKRI, Selamat Datang Khilafah Islamiyah

Suara Kita
“Ahlan Wa Sahlan” “Selamat Datang Khilafah Islamiyah” Takbir! Allah Akbar Kira-kira begitu sambutan dan yel-yel bergemuruh kaum cerdik genarasi muda mahasiswa atas kehadiran Hizbut Tahrir Indonesia (Inggris: Party of Liberation; Indonesia: Partai Pembebasan/Arab: حزب التحرير) di beberapa kampus di Indonesia. Yel-yel khilafah akan tegak kembali seperti tayangan yang beredar di media sosial dan YouTube tentang “Ikrar Sumpah Khilafah” yang diikuti 500 lembaga dakwah kampus dan 3.500 mahasiswa yang digelar di ...
Read more 0

Titik Temu Piagam Madinah dan Pancasila

Suara Kita
Piagam Madinah (Bahasa Arab: صحیفة المدینه) secara teks memang berbeda dengan Pancasila, tetapi secara substansi terdapat banyak kesamaan. Sebagai sebuah perjanjian politik tertinggi antar suku, agama, ras dan antargolongan, Piagam Madinah telah tercermin dalam konstitusi Indonesia bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia berideologi Pancasila. Piagam Madinah yang ditulis lima belas abad lalu yang berisi social contract masyarakat Madinah pasca Nabi Besar Muhammad SAW. hijrah ke Madinah (Yastrib) telah membawa dampak perubahan yang sangat ...
Read more 0

Buya Syafii Maarif: Mujtahid “Negara Islam” ke NKRI

Suara Kita
“Saya Dulu Pendukung Negara Islam”. Itulah ungkapan bernada humoris Buya Ahmad Syafii Maarif, pada saat penulis silaturahim dan ngobrol santai dengan Sang Guru Bangsa ini di Nogotirto, Yogyakarta beberapa waktu lalu. Bagi penulis, pernyataan itu tidak mengagetkan, karena pemikiran beliau pada mulanya memang begitu adanya. Naluri “fundamentalis” dalam diri Buya Syafii Maarif memang cukup kuat, bahkan dapat disebut sebagai salah satu suporter fanatik “Negara Islam”. Seperti diungkapkan dalam Autobiografinya; “Cita-cita ...
Read more 0

Pastikan Agama dan Politik Terpisah

Suara Kita
“Agama ya Agama, Politik ya Politik.” Dua barang ini berbeda. Agama (dīn) bersifat sakral dan suci karena datang dari langit, sedangkan politik (siyāsah) bersifat profan, yang oleh sebagian orang dianggap penuh dengan intrik dan tipu daya. Mencampuradukkan keduanya merupakan perilaku yang kurang bijak. Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan pesan itu secara gamblang pada saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3) lalu. ...
Read more 0

Penduduk “Kafir” di Negara Pancasila

Suara Kita
“Perang, Jihad dan Kafir” adalah kosa kata yang paling populer di abad ini. Perang, bahasa Indonesia, sementara Jihad dan Kafir adalah bahasa Arab. Bahkan, term jihad ini oleh sebagian kelompok dianggap “rukun keenam” dalam Islam. Konsep Jihad dan Kafir di abad ini memang sudah sulit didefinisikan karena mengalami reduksi atau distorsi yang berawal dari sejarah konflik dan kompetisi panjang Islam awal, ditambah lagi kebijakan dan sikap Barat terhadap dunia Islam,—yang ...
Read more 0

Menjernihkan Makna Jihad dan Terorisme

Keagamaan
Gelombang radikalisme tumbuh-berkembang menjadi identitas yang mengancam keutuhan negara-bangsa. Serangan pemikiran hingga aksi bom bunuh diri menjadi jati diri mereka. Bahkan aksi-aksi terorisme ini dianggap oleh pelakunya sebagai jihad. Kendati telah banyak ditegaskan oleh para ulama termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa terorisme berbeda dengan jihad dan bukan pula datang dari ajaran Islam. Al-Qur’an sendiri menyebut term jihâd dengan semua derivasinya sebanyak 41 kali. Kata jihâd merupakan derivasi dari kata jâhada-yujâhidu-jihâd/mujâhadah. ...
Read more 0
Translate »