Menjadi Khalifah Penguat Ideologi Pancasila

Menjadi Khalifah Penguat Ideologi Pancasila

- in Suara Kita
237
1
Menjadi Khalifah Penguat Ideologi Pancasila

Paham tentang ideologi Pancasila sejatinya ialah ideologi perdamaian. Di mana banyak sekali perbedaan yang ada di Indonesia. Baik dari suku, ras, bahasa, hingga kebudayaan dan agamanya. Semua bisa hidup berdampingan dengan damai dan penuh dengan kebahagiaan.

Apabila dipahami dengan penuh hikmat dan perenungan yang mendalam, ideologi Pancasila mengajak seluruh manusia agar senantiasa menghargai perbedaan, mengajak setiap yang bernafas untuk saling menghargai dan mencintai antara satu dengan yang lainya. Sehingga, seseorang bisa paham, bahwa perdamaian itu indah. Seseorang bisa duduk berdampingan, saling membantu dan senantiasa memberikan motivasi untuk membangun Indonesia lebih baik lagi.

Namun, hal ini terpatahkan dengan adanya sebuah kejahatan terorisme yang akhir-akhir ini menjadi familiar di Indonesia. Sebuah aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama Islam, menjadikan citra baik Islam Indonesia semakin tercoreng. Apabila kita aktif di sosial media, banyak sekali orang yang merasa takut dengan adanya orang berpeci, bersarung dan beberapa pakaian yang mencerminkan identitas orang Islam.

Tetapi, hal ini juga bukan berarti bahwa orang-orang yang mencurigai orang-orang Islam itu salah, hanya saja mereka masih merasa takut dengan adanya aksi terorisme yang masih memanas sekarang ini. Yang disayangkan ialah, ini menjadi candu bagi mereka yang merasa takut akan aksi terorisme tersebut. Dirinya telah terdoktrin, akan pelaku pengeboman yang ia ketahui adalah orang-orang beragama Islam.

Baca juga : Menjadi Milenial Pengawal Pancasila

Pemikiran negatif semacam inilah yang seharusnya dihilangkan dalam pikiran setiap orang. Karena pikiran ini akan memojokkan diri kita semakin memberikan nilai negatif terhadap agama Islam. Sedangkan, pada faktanya, mereka yang beragama ialah mereka yang memahami nilai-nilai keagamaan tersebut. Yaitu, nilai kasih sayang dan menyebarkan budaya saling menjaga, dan menghormati sesama manusia. Karena sejatinya agama, adalah paham yang mengajarkan kebaikan.

Ketika di telisik lebih mendalam, sejatinya aksi terorisme atau sebuah kebencian terhadap orang lain ini, sama sekali tidak masuk dalam daftar ajaran agama. Baik mereka yang beragama Islam, Hindu, Kristen, dan agama-agama lain yang ada di Indonesia. Dapat dikatakan mereka yang melakukan pengeboman ialah orang yang tidak memiliki agama. Kalaupun ia beragama pasti dirinya tidak memahami agama itu secara batiniah, ia hanya memahami secara sekilas/setelah-setengah, dan sudah dipastikan ia tidak memahami konsep tentang ideologi Pancasila. Karena, mereka yang benar-benar memahami Pancasila, ia akan mengerti nilai toleransi beragama di Indonesia/

Untuk saat ini, spirit mengembalikan citra bangsa bisa dilakukan dengan penguatan nilai-nilai kebaikan dari beragam perbedaan yang ada di dalamnya. Di mana seseorang yang berpikiran negatif harus memahami, bahwa setiap agama sejatinya mengajarkan kebaikan dan perdamaian. Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa perbedaan di Indonesia adalah salah satu cara orang untuk mengendalikan diri, menahan amarah dan menjaga dirinya dan kebaikan bertingkah laku ataupun berbicara.

Sejatinya tulisan ini ingin menyampaikan, bahwa setiap warga Indonesia harus bisa memahami nilai terkandung dalam Pancasila secara menyeluruh. Selain itu, perbedaan yang ada di Indonesia sejatinya memiliki nilai kemanusiaan yang bisa menjunjung tinggi budaya kemanusiaan, untuk saling menghargai dan menghormati. Dari situ seseorang diajak untuk selalu melakukan perbuatan kebaikan, dan berbenah diri untuk menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

Menjaga Kerukunan Berbangsa

Konsep Pancasila memiliki seignitifikasi yang jelas, yaitu ikut mendorong terciptanya perdamaian dan mengikis kekerasan. Visi perdamaian yang ditawarkan di sini ialah menuntut untuk menghindari kebencian, kedengkian, provokasi, fitnah, serta sikap permusuhan.  Menjadi penguat perbedaan yang ada di dalamnya. Bahwa, berangkat dari perbedaan ini, seseorang menemukan cinta kasih dari orang lain.

Dalam hal ini dapat dinyatakan peluang untuk mencapai derajat persaudaraan dapat dilakukan siapa saja, tanpa memandang perbedaan yang ada di dalamnya. Di mana pada tingkatan ini, seseorang akan selalu terdorong untuk berbuat baik dan menjauhkan diri dari perbuatan yang tercela. Dengan kata lain, Ideologi Pancasila adalah sebagai media untuk mendekatkan diri untuk senantiasa bersikap sosial, agar senantiasa menemukan kerukunan yang penuh dengan kebersamaan.

Tidak ada pesan kebencian atau kekerasan yang terkandung dalam nilai Pancasila. Hal ini juga menunjukkan, Agama Islam tidak pernah menyuarakan paham kekerasan, sama dengan agama lainnya, agama Islam mengajak manusia untuk saling hidup berdampingan dan selalu berdamai.

Untuk sekarang ini, sudah seharusnya Ideologi Pancasila dikuatkan dalam lingkungan. Karena ideologi Pancasila akan selalu terjaga apabila setiap orang bisa memahami nilai penting di dalamnya. Skip-skip atau pemikiran negatif tentang agama Islam akan terhapuskan. Hingga yang ada hanya ideologi perdamaian.

Jangan pernah mau diadu domba oleh oknum-oknum atau orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak jelas identitasnya. Indonesia memiliki ideologi perdamaian. Meskipun kita berbeda, kita tetap satu jua. Sudah seharusnya, kita menjaga Indonesia bersama dari aksi kekerasan dalam bentuk apapun.

Facebook Comments